Terima kasih Pak atas pertanyaannya.
Untuk jaringan lokal, berikut tutorialnya :
1. Sediakan dua (2) buah PC (minimal)
2. Kabel UTP seperlunya
3. Konektor RJ-45
4. Krimping tools
5. Kabel tester
Jika anda ingin menggunakan jaringan tipe “Straight”
maka urutan warna kabel antara ujung 1 dan ujung 2 adalah sebagai berikut :
- Oranye Putih
- Oranye
- Hijau Putih
- Biru
- Biru Putih
- Hijau
- Cokelat Putih
- Cokelat
Sedangkan jika anda ingin membuat jaringan dengan tipe Jaringan Cross, maka urutan kabel di ujung A :
- Oranye Putih
- Oranye
- Hijau Putih
- Biru
- Biru Putih
- Hijau
- Cokelat Putih
- Cokelat
Sedangkan urutan kabel ujung B :
- Hijau Putih
- Hijau
- Oranye Putih
- Biru
- Biru Putih
- Oranye
- Cokelat Putih
- Cokelat
Jika kabel telah selesai dipasang sesuai urutan warna, dan proses krimping juga telah dilakakukan, silakan anda tes koneksi ke-dua ujung kabel tersebut dengan Kabel tester.
Langkah selanjutnya, silakan anda pasangkan / sambungkan kabel tersebut ke 2 PC yang telah di sediakan.
Untuk setting IP Address, caranya : klik kanan pada Shortcut “My Network Place” -> Properties -> klik Internet Protocol (TCP/IP) -> Properties.
Masukkan IP ,sebagai contoh untuk PC 1 : 192.168.1.2 sedangkan untuk PC 2 : 192.168.1.3
Untuk subnetmask nya biarkan dalam keadaan default : 255.255.255.0.
Jika proses pemberian IP telah selesai, baiknya anda melakukan restart komputer, agar koneksi kedua PC dapat resolve dengan baik.
Untuk test apakah kedua PC sudah tersambung atau belum, anda bisa melakukan PING dari command promt.
“C:/Ping 192.168.1.2″ -> dari PC 2
“C:/Ping 192.168.1.3″ -> dari PC 1
Indikator jika jaringan telah terhubung, adalah : Reply from…..
Namun jika belum terhubung, indikatornya adalah : Request time out…(dan silakan anda melakukan pengecekan terhadap langkah2 sebelumnya)
Sedangkan untuk jaringan wireless, berikut ini penjelasannya.
Agar komputer bisa menangkap, mengenali, mengirim, dan menerima data, ke dan dari jaringan tanpa kabel alias wireless network, berarti komputer tersebut membutuhkan wireless network adapter.
Nah, jika kau ingin komputer mu bisa mendeteksi, kemudian bergabung dengan jaringan wireless yang ada disekitar, berarti kau membutuhkan wireless network adapter. Didalam wireless adapter, terdapat transmitter yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal radio, dan receiver yang berfungsi untuk menerima gelombang atau sinyal.
Jika kebetulan laptop mu sudah memiliki wireless adapter built-in, dan kau merasa cukup puas dengan kemampuan yang dimilikinya, berarti kamu mungkin tidak perlu membeli wireless adapter yang baru. Tapi, jika kebetulan laptop atau komputer mu belum memilkinya, berarti kamu perlu membelinya.
Di luar sana, ada banyak jenis, tipe, merek, dan bentuk wireless adapter. Kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan kualitas juga beda-beda.
Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.